Tugas Kedua - Pemimpin Masa Depan
Organsasi Impian
Dalam membangun budaya organisasi, saya ingin sekali
membangun organisasi yang sesuai dengan visi dan misi saya yang saya terapkan.
Dalam hal tersebut saya akan memimpin dalam beberapa skenario atau bisa
dikatakan ada beberapa karateristik yang digunakan sesuai kebutuhan. Dengan begitu besar harapa saya ingin menciptakan agar semua unsur yang didalamnya seperti SDM dalam
maupun luar bisa saling bersinergi.
Dimulai dengan bagaimana cara mimpin. Cara memimpin
yang saya pakai akan memakai tiga pola. Tiga pola tersebut adalah seorang
pemimpin harus mementingkan pelaksanaan tugas terkait organisasi, mementingkan
hubungan kerjasama baik dalam organisasi seperti anggota dan pihak luar yaitu
hubungan kerja sama dengan organisasi lain dan pola terakhir adalah sang pemimpin
tidak memaksakan pencapian yang memang tidak bisa digapai (tidak memaksakan
kehedak dari pemimpin yang memang terbukti mustahil)
Dalam organisasi tersebut saya menginginkan pola yang
dijalankan bukan hanya satu pola. Tapi beberapa pola seperti pola formal dan
semi formal termasuk
juga pola komunikasi. Hal tersebut saya rasa efektif dan bisa membawa
organisasi tersebut berkembang dengan baik. Selain itu juga dengan pola
tersebut bisa membuat keberlangsungan organisasi lebih lama.
Dimulai dari sang pemimpin. Sang pemimpin mempunyai
pola komunikasi downward dan upward communication saat waktu bekerja. Hal ini
bisa membuat sang pemimpin bisa membuat satu komunikasi yang terstruktur dan
bisa mengatur human error. Selain itu juga bisa secara tidak langsung bisa
menambah value dari SOP yang diterapkan oleh organisasi.
Dalam hal tersebut saya akan menggunakan pola Y
dikarenakan efektif. Memang yang menjadi pusat informasi akan mendapatkan tugas
yang lebih banyak. Tetapi demi mendukung ekosistem dan keberlangsungan sebuah
dari arus informasi yang dijalankan menurut saya patut dilaksanakan. Selain itu
juga dengan menggunakan pola Y, saa bisa menage human error secara cepat dan
tanggap.
Komunikasi formal saya lakukan saat kondisi bekerja
atas dasar profesionalitas, tetapi saat diluar pekerjaan saya sebagia pemimpin
akan menggunakan komunikasi semi formal. Hal tersebut saya lakukan dalam acara
acara tertentu seperti liburan dengan anggota, rapat diluar kantor dengan
mengusung tema tertentu. Dengan begitu saya sebagai atasan bisa langsung
mengetahui watak anggota saat ada diluar kantor.
Selain itu dengan menggunakan komunikasi semi formal,
saya bisa lebih akrab dengan anggota saya. Saat berlangsungnya komunikasi semi
formal, saya akan menggunakan pola roda dimana seorang komunikan bisa berbicara
langsung tanpa melalui pihak-pihak tertentu (perantara). Dengan begitu bisa
komunikan bisa menyampaikan pesan kepada komunikator dengan secara cepat dan
tepat. Komunkasi dengan pola roda tersebut dipadukan dengan pola diagonal dimana
semua anggota organisasi yang terlibat dalam komunikasi tersebut bisa dikatakan
setara tanpa mengurangi norma dan SOP organisasi yang berlaku.
Terus bagaimana dengan strateginya dan karateristik?.
Saya akan membangung sebuah karateristik dimana semua anggota yang saya pimpin
memiliki sifat terbuka. Hal ini saya bangung agar semua anggota bisa saling
terbuka satu sama lain baik dalam bidang pekerjaan ataupun yang lainnya agar
bisa membangung sinergi antar anggota dan bisa membangung kemistri yang baik.
Pemberian reward kepada anggota juga saya akan lakukan
sebagai salah satu strategi agar bisa menambah loyalitas. Reward tersebut bisa
berupa penaikan pangkat atau upah yang sesuai dengan peforma yang diberikan.
Beberapa strategi lainnya berupa pemeliharaan kesehatan mental setiap orang,
mencipatkan komunkasi yang efektif seperti membuat sistem komunikasi antar
divisi, menanamkan sikap toleransi antar anggota, obyektif dan adil kepada
setiap anggota dan membuat kesetaraan serta adanya motivasi kepada karyawan.
Strategi tersebut merupakan cara sederhana tetapi
mempunyai efek yang dalam dan bisa berkepanjangan. Saya juga sebagai pemimpin
dari organisasi tersebut akan membangung sebuah aturan khusus dimana aturan
tersebut dibuat oleh semua anggota dengan kesepakatan bersama agar ada
munculnya rasa kebersamaan. Aturan tersebut bisa seperti menggunakan dresscode
di hari tertentu. Atau bisa juga membuat aturan yang berisikan sebuah pinalti
apabila ada yang lembur.
Dari strategi yang sudah direncanakan. Saya menginginkan
sebuah hasil yakni sebuah karateristik yang identik dengan organisasi yang saya
pimpin dan bisa berkesan dibenak semua anggota. Saya akan membimbing semua
anggota saya agar bisa menjadi orang yang berinovasi dan berani mengambil
resiko. Dengan begitu semua anggota bisa dilatih disegala situasi dan pada
akhirnya bisa menghadapi segala pemasalahan tanpa bantuan orang lain.
Pemberian kenyamanan dan pelayanan berupa kestabilan
alur yang diberikan oleh organisasi dan keamanan dari organisasi untuk anggota
merupakan karateristik yang ingin saya bangung dalam proses berjalannya sebuah
organisasi. Dengan begitu semua anggota sadar bahwa organisasi selalu menjaga
dan tidak perlu khawatir.
Selain karateristik tersebut saya akan membuat
beberapa tambahan seperti sebuah karakteristik yang dimana organisasi mempunyai
sifat memperhatikan hal-hal detail seperti analisis, ketepatan dan hal-hal
rinci lainnya. Ketegasan organisasi terhadap persiangan dan orientasi hasil
berupa reward kepada semua anggota organisasi.
Dengan semua karateristik tersebut saya mengharapkan
dari strategi dan karateristik membuat organisasi dan unsur yang ada didalamnya
berjalan dengan sehat dan bisa mencapai target yang semua inginkan.
Dalam semua aspek yang ada diorganisasi pasti ada saja
kritik yang dalam maupun organisasi. Saya sebagai pemimpin akan membuat suatu
rencana seperti menghadapi kritik baik dalam dan luar organisasi. Dalam
menghadapi kritik tersebut saya akan membuat analisa terhadap kritik tersebut,
memahami maksud dengan mendengarkan dengna baik, tidak ragu bertanya,
menyimpulkan secara benar dan menindak lanjuti kritikan tersebut. Tindak lanjut
tersebut bisa berupa mufakat yang sudah dimusyawarahkan secara bersama.
Nama : Rizky Akbar Maulana

Komentar
Posting Komentar